Senin, 20 Juni 2011

mengenang masa kecilku

"Nek ana mba epi, mesti aris karo yani umpetan" (Kalo ada mba epi (panggilanku di rumah), pasti aris dan yani bersembunyi)" kata ibu aris kepadaku...

Ucapan beliau selalu membuatku malu, mengingat masa kecilku yang nakal, usil, pemberani dan cengeng..

Tapi aku sangat bersyukur kepada Alloh, telah memberikan aku masa kecil yang berkesan, berharga sehingga aku bisa mengambil hikmah kebijaksanaan disana, ketika aku berhadapan dengan anak nakal (kan dah berpengalaman jadi anak nakal saat kecil tok lo..hehehe)..Amiin

Pertama kenakalanku yang ku ingat di memoriku ya...Maaf kalo lupa maklum, masa kecilku sudah hampir 20 tahun yang lalu...hehehehe


Pertama yang aku inget adalah ketika aku mau bermain kicik (biji sawo) dengan kakakku dan teman kakaku aku tidak diajak karena aku perempuan, dan mereka tidak mau bermain dengan anak kecil apalagi perempuan.. Karena sebel dibeda2kan, akhirnya pagi hari buta, aku buang kicik yang kakakku dan teman2nya sembunyikan dibalik kedebog (bahasa indonesiane apa ya tandan pisang kayaknya)...Mereka pun mencarinya, dan tanpa bersalah aku mengakuinya kalo aku yang membuangnya ke kalen, sebab sebel ma kelakuan mereka..mereka pun marah, dan menukariku...dan akhirnya aku menangis...namanya anak kecil, ya menangis dan pasti ma orang dewasa lebih dibela..hehehe....Tapi kejadian ini hanya berlangsung satu kali...

Kedua, aku bersama teman2 walaupun perempuan jika pagi menjelang, sukanya jalan2 keliling asrama (Dulu saat kecil aku tinggal di asrama tentara Magelang-namanya caturarga), kami mainan mobil2an.biarpun aku perempuan, aku bilang ma temen2ku yang namanya angga dan dwi, pokoknya aku yang harus didepan, kalian yang dibelakang mengikutiku..Mereka pun menurutinya dengan wajah takut melihat mukaku yang galak..hehehe...Kami keliling asrama, dan mereka dibelakang..Seperti biasa jika liburan tiba, banyak ibu2 asrama membuat legendar (kerupuk dari beras), aku sangat menyukainya, kami diberi kerupuk itu, biarpun masih mentah dalam bentuk nasi, kami makan dan enak sekali...aku suka nasi yang dikepel2..

Ketiga, saat aku sakit...aku paling tidak suka minum obat (sampai sekarang-jangan harap minum obat dech, kalo gak disiapin ibu gak bakal makan)..makane kalo aku sakit ibu pasti khawatir banget, memperlakukan aku benar2 seperti anak kecil, minum obate harus dilihatin dengan mata kepala ibu...hehehe...maklum kadang obat yang udah dibuat ibu gak aku makan jika ibu gak ada kayak kemarin..hehehe

Ketika aku kecil, bapak selalu menjagal saat aku suka minum obat...mulutku dibuka lebar, kaki dan tanganku dipegang kencang supaya gak gerak...tapi tetap aja bisa gerak..akhirnya obat itu tumpah.dan dimarahi deh ma bapak dan nangis dech..hehehe... Nah, bapak punya cara lain, saat aku minum obat, beliau mengatakan kalo aku gak minum obat nanti rumahnya dibawa semut...Terus aku bertanya ma bapak, semutnya sih banyaknya seberapa ya pak,, kok bisa bawa rumah ini...terus gedenya seperti apa??? dan banyak pertanyaan lainnya kayaknya tapi aku lupa..bapakpun gak bisa menjawab, dan akhirnya marah, tetap aja minum obate kembali dijagal dengan cara sama..hehehe

Keempat, kenakalanku yang lainnya adalah di magelang itu, TK ku bernama TK teratai, letaknya sangat jauh dari perumahan, harus melewati lapangan tembak tentara...Nah setiap pagi dan pulang sekolah, aku selalu melihat tentara disana...Kakaku juga sering bercerita mereka mencari peluru2 bekas untuk mainan...Dan karena penasaran, terus ingin meniru kakakku, aku masuk ke lapangan tembak itu.. Tapi pada saat itu ada tentara berlatih, jadi gak boleh masuk..Tapi aku memaksa masuk...terus gak tahu pada akhir kejadiannya seperti apa, kayaknya sih nurut nunggu ampe selesai..terus setelah tentara itu selesai,, aku mengambil peluru bekas itu dan dibawa ke rumah.. untuk ditunjukkan kepada kakakku, kalo aku juga bisa mencari peluru di lapangan tembak (pamer-ceritanya)...

Kelima, pokoknya dimanapun aku melakukan kenakalan, kepolosan pasti aku mengajak temanku sebagai patner ceritanya,, kali ini patnerku angga (perempuan.red)..Aku mengajak dia ke sekolah kakakku (pada saat itu kakaku kelas 3 SD Karangbolong). SD kakakku itu melewati hutan pinus. Angga pertama tidak mau ikut, tetapi karena aku memaksa dan dia takut ma aku, akhrinya dia menurutiku. Kami menyusuri hutan pinus dan mampir kesana mengambil bunga2 pinus yang berserakan...Dan sampailah di SD kakaku, disana aku hanya bertujuan melihat kelas kakakku saja...dan memanggil kakaku dari luar..tentu saja kakakku dan kakaknya angga kaget, kok bisa sampai SD>..dan akhirnya kami pun pulang ke rumah...hehehe

Keenam, kenakalanku bersama angga...Aku ingat betul kejadian ini...aku punya uang 50 rupiah..aku beli jajan seharga 50 rupiah.. Dan angga memiliki uang 100 rupiah. Dia harus membeli jajan sama denganku, soalnya jika beda denganku, aku akan memarahinya dan nakal kepadanya. Dan dia pun menurutiku, dan angga mendapatkan kembalian 50 rupiah. Uang kembalian itu adalah uangku yang sebelumnya aku kasih kepada penjual. Penjual itu memberikan uang kembalian kepada angga, terus aku rebut.. Anggapun berkaca2,, penjual itu berkata padaku bahwa uang itu uang angga jadi aku gak boleh merebutnya. Tapi aku menjelaskan dengan kronologis yang baik (berbakat jadi polisi..zizizi), aku menjelaskan bahwa uang itu kan uangku yang aku kasih ke penjual...bla...bla)..hehehe.. Karena daripada ribut, penjual itu pun memberikan kembalian angga kepadaku, dan angga merelakannya karena takut denganku...hehehehe...tukang ngeyel banget.

Keenam, pada hari minggu bapak mengajakku ke kebun belakang asrama..disana aku mainan air mengalir di kalen.. Aku mengambangkan kayu, kayu itu berjalan mengikuti arus, dan aku senang menyaksikannya...Akhirnya aku menaruh sandal berwarna pink (sandal kesukaanku) ke kalen, melihatnya mengalir dan menjauh dariku..Lalu aku bergabung dengan ibu..Setelah sore hari aku menangis aku minta sandal pinku ku kembali, pokoknya harus ketemu gak mau sandal yang lain...Bapak pun terpaksa mencarinya menyusuri kalen dan akhirnya ketemu...


Ketujuh, di asrama ada dedek lahir..budaya di Magelang, kalo ada bayi lahir, itu di depan rumah dinyalakan lampu kecil..Nah aku bertanya kepada tetanggaku yang baru melahirkan, kenapa sih harus ada lampu dalam kurungan di depan rumah???? tetanggaku menjawab biar dedek selalu sehat..Aku bertanya lagi, kenapa harus dikurung lampunya?? Biar gak kena air.. Tapi kurungannya kan dari bambu ya tetep basah jika kena ujan???? tanyaku lagi...nanti kan dipayungi...kalo gak dipayungi kenapa???? nanti dedeknya sakit...oh, jadi diberi lampu biar dedek selalu sehat??? iya...terus kalo lampunya mati dedek mati dong????? ibu2 itu pun tidak menjawab pertanyaanku...abis kurang ajar banget mungkin ya aku mengatakan seperti itu...gara-gara lampu itu, aku selalu memperhatikannya setiap hari, pagi siang sore, soale lampu itu menyala terus gak padam2...hehehe

kedelapan, ini sebenarnya bukan kenakalan tetapi ini adalah cerita mengharukan...aku yang nakal, bisa sangat terharu melihat kejadian ini...bener2 tersentuh dengan kejadian ini, sampai teringat2 sampai sekarang.. Ini bercerita tentang keluarga angga. Setiap pagi sebelum bermain aku ke rumah angga, mengajak angga bermain. Aku melihat mbah angga itu memasak air di pawon. Mbah angga tinggal di pawon, dia tidak boleh masuk rumah oleh ibunya angga. Mbah angga ini merupakan ibu mertua ibunya angga. Ibunya angga sangat kejam pada mbah angga. Dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat ibunya angga membentak mbah angga gara2 air yang dimasak mbah angga tumpah...Jahat banget pokoknya, lebih nakal dari aku mungkin pikiranku saat itu. Kejadian ini tidak pernah aku ceritakan kepada ibuku atau sapapun...Cuma sebagai kenangan dan kuceritakan sekarang...

Semoga Alloh memaafkan kesalahan ibunya angga kepada mertuanya. Dan semoga aku gak jadi menantu yang jahat seperti itu besok...amiin...hikmahnya...bisa terharu juga kan...hehehe

Kesembilan, kenakalanku yang super luar biasa ini...hehehehe...kali ini tidak ada angga bersamaku, angga saat itu entah kemana aku tidak tahu...Aku bersama dwi,, di dekat asrama terdapat kebun petani yang sedang ditanam kacang panjang..Melihatnya aku menyuruh Dwi memetiknya bersamaku..Dwi tidak mau karena itu perbuatan buruk dan mencuri..tapi akhirnya karena takut dia menuruti perintahku..Kami memetik kacang panjang sebanyak2nya...dan tak begitu lama, ketahuan ama kakak dwi (sekarang jadi polwan). Karena ketahuan aku menyuruh dwi membuang kacang panjang yang ada ditangannya, dan lari sekencang2nya...Pada saat itu aku paling takut melihat muka kakak dwi...dia serem banget mukanya melebihi aku..hehehehe

Didekat asrama terdapat kebun petani yang sedang ditanam kacang panjang..Melihatnya aku menyuruh Dwi memetiknya bersamaku..Dwi tidak mau karena itu perbuatan buruk dan mencuri..tapi akhirnya karena takut dia menuruti perintahku..Kami memetik kacang panjang sebanyak2nya...dan tak begitu lama, ketahuan ama kakak dwi (sekarang jadi polwan). Karena ketahuan aku menyuruh dwi membuang kacang panjang yang ada ditangannya, dan lari sekencang2nya...Pada saat itu aku paling takut melihat muka kakak dwi...dia serem banget mukanya melebihi aku..hehehehe

Kesebelas, kenalakanku sebenere gak nakal sih ya..tapi penasaran (sampai sekarang masih punya, jika ada perkataan yang gak masuk diakal..hehehe... Biasanya namanya anak yang lebih besar dari aku, seperti seumuran kakakku pada saat bermain sedang bercerita katanya ada genderuwo di tiang listrik pinggir asrama (asramaku itu dekat kuburan)..Aku nguping pembicaraan mereka dan bertanya apa sih genderuwo itu? mereka menjelaskan bahwa genderuwo itu keluar dari tiang listrik besar itu pada saat magrib, terus kulitnya hijau besar medeni pokokoke kata mereka... Setiap bermain jika kami nakal, teman2 yang lebih besar pasti menakuti kami...

Nah jejak petualang dimulai, saking penasarannya apakah ada genderuwo..aku mengajak tim ekspedisiku (angga dan dwi tentunya). Jadi detektif cilik nih,, hehehe...Mencari dan membuktikan apakah genderuwo itu memang ada dan seperti yang kakak-kakaku jelaskan.. keberangkatan kami dimulai jam lima, kami pergi ke asrama pojok sendiri, sampai di rumah pak samsul rizal. Disana kami ditanya, kok anak kecil2 magrib2 gini keluyuran (saking jauhe jadi nyampe pojok asrama pas magrib).Aku pun jujur, kalo aku pengen melihat genderuwo..hehehe..Di rumah tersebut, aku pertama kali melihat cara pembuatan telur dadar, telur mata sapi, saat itu putri pak samsul rizal sedang membuat telur..Setelah dari sana aku paling seneng makan telur mata sapi..Nah, dilain sisi, semua orang dikompleks asrama sebelah utara mencari kami bertiga kemana ini anak2 sudah magrib kok gak pulang-pulang. Mereka mencariku ke kebun (katanya)

Aku keluar dari rumah pak samsul rizal, tapi beliau melarangku karena adzan magrib belum selesai. Tapi aku gak mau, nanti genderuwone ilang kataku..Kan genderuwone keluare kalo magrib. karena ngeyel aku dan teman2 tetep pulang. Pak samsul rizal mau menemeni, tapi aku tolak.. Kami pun berjalan bertiga menyusuri sepanjang jalan, kami tidak menemukan apapun, kami melihat setiap tiang listrik, dan tidak ada apa-apa..

Dari kejauhan aku melihat bapakku, sedang mencariku..melihat kami bapak seneng sekali akhirnya ketemu juga...Dan saat ketemu aku pun ditanya dari manakah kami.. Aku menjawab jujur, dari mencari genderuwo. tapi genderuwo itu tidak ada.. Jadi, genderuwo itu sebenere gak ada ya pak??? mas dono dan teman2nya boong...Bapakku hanya tersenyum kecil mendengarku...hehehehe...super pemberani membuktikan sesuatu...

Kedua belas, ini ta bukan cerita tentang kenakalanku..tetapi tentang teman TKku yang meninggal dunia saat bermain ayunan di sekolah, karena terlalu cepat mengayun akhirnya kepalanya kena tembok, dan pecah lalu meninggal dunia...wah, baru pertama kali melihat orang meninggal dunia secara langsung,,,

Ketiga belas hampir sama, aku melihat temanku meninggal dunia kena pintu yang bisa gerak ke dalam luar di mushola...dari pengalaman ini aku mengenal kematian,,,

Keempat belas, di magelang jika naik bis sementar itu tidak bayar..tinggal masuk aja langsung turun...baik banget pokoke sopire...

Sepertinya kejadian kenakalan dan pengalaman masa kecilku yang penuh apa mbuh di magelang telah berakhir, saatnya aku pindah di usia lima tahun ke banyumas. Aku pindah bersama bapak. dan aku tinggal di rumah mbah...disana aku dirawat oleh tanteku yang bernama siti dan kesih, lik wayi, lik aji, lik enung dan lain2...

Kelima belas, peristiwa pertama di banyumas yang aku kenang adalah tentang sekolah. Sekolah TK dan SD tanpa ibu (ibuku masih di magelang, belom boleh pindah)...Aku harus sekolah TK sendiri, dianter ma bulikku kadang, lik wayi kadang, tergantung orang yang ada di tempat mbah...

Kejadian ini, saat aku dianter lik wayi, karena aku baru pindahan, aku tidak punya teman sebelumnya. Aku jadi bingung mau bagaimana, aku gak betah di sekolahan, gak punya teman dan gak ngerti bahasane..hehehe...maklum masih bahasa bandek dan beda ma bahasa ngapak2 jadi gak mudeng. jadi percakapanku ya dengan bahasa indonesia dan bandek.

Lik wayi mengantarkan aku ke sekolah TK Bhayangkari. Saat sampai di TK, aku gak mau masuk ke kelas, kalo lik wayi gak masuk ke kelas bersama aku. tentu lik wayi gak mau, karena lik wayi kan harus sekolah (lik wayi masih duduk di SMA). Pokoknya aku ngeyel, lik wayi harus masuk ke kelas. Lik wayi gak mau, aku marah dan akhirnya lik wayi mau juga menemaniku, tetapi tetap gak mau masuk dia nunggu di depan pintu TK..

Ku intip lik wayi, dia mau menaiki sepedanya.. Aku keluar dari kelas, lalu teriak menyuruh lik wayi kembali. Mendengar teriakanku yang sangat kencang lik wayi turun dan akhire menemaniku sekolah, lik wayi jadi dech bolos sekolah demi aku.. Aku bilang ke lik wayi, salah siapa nganterin aku sekolah.. Sejak saat itu aku gak pernah dianter lik wayi lagi, mungkin lik wayi udah kapok menganter aku sekolah..hehehe...

Setiap aku ke sekolah di anter lik siti yang seorang guru SMA. Lik siti itu wajahnya galak, jadi aku paling takut ma dia di rumah embah. Jadi kalo dianter dia aku ya, gak nakal nurut aja.

Mungkin kejadian di banyumas aku banyak cengengnya, karena aku merindukan sosok ibu yang menemaniku, dan aku hidup dengan sosok2 yang baru aku kenal..tapi tetep ada nakale..hehehe

Setelah lik siti pergi, aku masuk ke kelas.. dan tak beberapa lama, aku menangis. Aku mau pulang, aku mau pulang, gak mau sekolah. Dan akhirnya aku dianter ma pak ito, penjaga TK. Jadi sampai sekarang, jika ketemu pak ito pasti ditanya dulu mba epi sering tak anter saya lo dan mogok sekolah...jadi malu aku...hehehehe

Ketujuh belas, kenakalanku adalah pada saat orang-orang sholat, aku begitu iseng melihat mereka rukuk..kenapa rukuk seperti itu ya...lalu, aku jorokna (tak buat menjadi jatuh)..aku pun ketawa..hehehe...mereka marah aku melakukan itu, lalu aku dijelaskan bahwa ini sholat, kalo mengganggu sholat berarti dosa. Lalu, aku pun bertanya, kenapa sholat harus seperti itu? kenapa ada gerakan seperti itu???? tapi ibu2 yang aku nakali itu gak bisa menjawabnya dengan tepat, jadi aku masih suka nakal..Akhire aku dijelaskan ama mbahku yang seorang takmir masjid, jika gerakan itu memang yang diajarkan oleh Rosul.. pertanyaan itu meluncur rosul itu apa??? hahaha, pokoke banyaklah pertanyaan2 yang meluncur dariku dan membuat orang bingung menjawabnya...Semua terjawab setelah aku sekolah SD dalam pelajaran pendidikan agama islam...

Kedelapan belas, jika sholah jama'ah anak2 biasa suka ribut, nah ada ibu2 pas sholat kok bicara jangan ribut.. Aku pun bertanya kenapa ibu bicara pada saat sholat, kan gak boleh??? eh palah aku dimarahi..huft kasihan anak kecil, selalu dimarahi,, padahal kan mereka bertanya karena mereka butuh penjelasan dari suatu ilmu yang udah didapat di skolah yang diaplikasikan..

Kesembilan belas, bulan puasa tiba..aku dilatih puasa oleh lik siti.. tapi aku mau puasa asal mbah menyediakan tumis tempe kering dan tumis sayur itu harus diletakkan dalam lemari..demi latihan puasa mbahku pun menurutinya...hehehe...apakah anda tahu apa yang terjadi???? aku mengambil tumis itu dan ku makan dibawah kolong meja...lama kelamaan ketahuan dan mbahku tidak menurutinya. Aku diikat didalam lemari oleh lik siti...sedih banget, gak lagi-lagi ngulangi...sejak saat itu aku bener2 puasa...

Kedua puluh, aku masih gak suka sekolah...aku gak pengen sekolah jika gak ada ibuku, aku gak mau berangkat sekolah kalo gak dimandiin ibuku. Padahal ibuku masih di Magelang. Jadi mbahku pusing banget mengurusiku.. Aku banyak alasan untuk menolak sekolah, diantaranya gak punya sepatu...sepatuku aku buang ke dalam sumur, jadi sepatuku gak bisa dipakai lagi. Lalu mbahku meminjamkan aku sepatu. Tapi sepatu itu kebesaran, jadi buat alasan aku deh, aku gak mau sekolah kalo sepatuku kebesaran..Akhirnya aku gak sekolah deh...hehehe

Kedua puluh satu, aku paling seneng diajak ke pasar oleh mbah, aku dibelikan piring-piring plastik dan gelas2 plastik buat mainan, beli ikan keranjang kesukaan (sampai sekarang masih suka makan ikan keranjangan apalagi di balado..maknyus pokoke).

Kedua puluh dua, ibu aku pindah ke banyumas saat aku duduk di kelas 1. Sebelum pulang ke Banyumas, ibuku kecelakaan tanggannya terseleo.. Mendengarnya aku sedih banget, aku selalu menunggu ibu keluar dari rombongan pindahan, mencari ibuku dimana...tapi gak ketemu2 akhirnya aku menangis mencari ibuku..Dan ketemu dech ma ibuku, aku memeluknya kenceng sambil memegang tangan ibuku yang digib...


Kedua puluh tiga, aku sudah duduk di kelas 1 SD. Guruku bernama bu Mubi. Karena saking nakalnya, aku sering dibanda oleh bu Mubi, diikat pakai rafia. Jadi aku gak suka sekolah lagi. Akhirnya ibuku mengajakku sekolah di Somagede, tempat ibuku mengajar. Perjalanan kesana penuh dengan liku2, daerahnya terpencil, dan gak ada angkot, jika mau berangkat sekolah harus berangkat pagi buta. Bahkan jika gak ada angkot, harus jalan kaki, ato ikut rombongan kol bukakan..pokoknya penuh perjuangan kesana.. SDnya sangat jauh dari jalan lagi...

Di Klinting aku mengenal orang yang beragama lain, yaitu agama Hindu, dan pergi ke tempat ibadahnya, pokoke ilmu ku disana bertambah banyak dan menjadikan aku belajar toleransi umat beragama.. Aku di klinting hanya sampai kelas 1 saja, kelas 2 aku udah pindah sekolah ke kedunguter kembali, sebab ada salah seorang tetanggaku yang tinggal kelas, jadi jika aku pindah dia bisa menjadi temanku.

Aku sekolah di SD Negeri 2 Kedunguter, di SD ini karena banyak anak2 laki2 yang nakal, jadi aku sedikit udah agak berubah,, gak terlalu nakal lagi, mereka suka menarik2 rambutku, karena rambutku sukanya diikat dua, mereka menariknya seperti jaran...huft, pokoke nakal2 banget, merasa kalah ma mereka..hehehe...

Pada saat SD aku merasakan dia kejar2 ma ujan, mainan tarik2an hadiah, dan lain2 yang mengesankan..Guruku di SD 2 juga galak2 dan jahat banget. Jadi ini sebagai pengalamanku, agar aku jadi guru gak boleh seperti mereka...harus manis, dan sabar dalam menghadapi setiap siswanya, gak boleh menghina siswanya, biarpun masih kecil tetap harus dihargai sebagai sesama manusia yang memiliki kelemahan...Jangan sok kaya, sombong dan sok kaya...

Aku kelas tiga SD, pernah pergi dari rumah, sebenarnya bukan minggat. Pada saat itu karena sudah dirasa besar, ibu menyuruh kakakku memperkenalkan rute pergi ke tempat mbah sumpiuh dengan naik bis. Nah, tentu aku praktekkan kan. Aku ijin kepada ibuku, tetapi ibuku gak menanggapi ijinku. Aku pergi ke sumpiuh bersama temanku wati, kami pergi ke sumpiuh dengan hasil jerih payah sendiri. pertama kali aku jualan, dan menghasilkan uang dari tanganku sendiri. Kami berjualan kluban keliling komplek rumah, uang hasil berjualan kami gunakan untuk membiayai perjalanan kami ke sumpiuh.

Saat pergi ke sumpiuh, anehnya walopun ijin kami umpetan, setiap ketemu orang dijalan, kami ngumpet ke semak-semak..Sesampai disumpiuh, mbahku bingung kok bisa epi sampai ke sumpiuh..Aku hilang selama tiga hari, dan akhirnya ketemu juga, setelah ibuku mengingat2 kejadian sebelumnya...

Aku pergi dengan temanku yang ibunya percaya banget tahyul dan dukun. jadi dia percaya, bahwa kami diculik kolong wewe, kami dicari di dalam pohon...Aneh banget..

Sejak kejadian itu, banyak anak2 di sekitarku berjualan, dan tiap berjualan diledek mau digunakan untuk minggat kemana uang itu...hehehe...

Setiap puasa di SD aku selalu berdagang jajanan, petasan. Rupanya hobiku berdagang mulai kelihatan saat itu, ibu memberikan aku beberapa modal saja, lalu aku belajakan dan alhamdulillah laris manis.. seneng banget aku berdagang, mendapatkan uang sendiri..Sampai sekarang aku hobi seperti itu...

Bahkan di SD kelas 6 dan SMP aku mendapatkan penghargaan sebagai the inspirator untuk menabung di bank. Karena pada saat itu aku berhasil menggalang dana teman2 yang mau menabung kepadaku,, ibaratnya aku jadi bank berjalan khusus simpan saja...dan mulai SMP aku berjualan permen ceker dan permen kojek...hehehe...Di SMA aku berdagang Avon, saat kuliah gak berdagang apa2,, kecuali buka toko pda tahun 2005..

Tpi sayangnya sekarang, tokoku tutup dulu, karena aku membutuhkan rekan untuk menjaganya.. Rupanya aku sdar bahwa kesibukanku terlalu banyak,dan tidak cukup jika apapun aku lakukan sendiri, aku butuh seseorang yang membantu mengembangkan usahaku,,,


Semoga suatu saat nanti aku bisa merealisasikan mimpiku memiliki usaha yang baik, halal, barokah yang dapat membantu semua orang mendapatkan hasil yang barokah...

Semangat untuk mencapai impian...








Tidak ada komentar: