Minggu, 17 Juli 2011

E-Commerce

Pesatnya perkembangan industri e-commerce atau perdagangan elektronik, khususnya di Indonesia semakin memacu persaingan antara para pelaku bisnis di dunia maya. Internet telah menciptakan kemampuan bisnis baru, mengubah batasan proses bisnis, menghapuskan paradigma teknologi informasi lama, dan menciptakan lingkungan baru ekonomi online global. Pertumbuhan ini sangat cepat, dimana kebijakan-kebijakan konvensional dalam mengambil keputusan tidak dapat digunakan lagi. Asumsi seperti kompetisi yang sama, tingkat pertumbuhan pasar, hambatan masuk, bahkan dasar-dasar supply chain yang sama tidak dapat digunakan lagi.



Sampai saat ini, pengguna internet Indonesia berkisar 18 juta, dengan pangsa pasar 1.7% (Pikiran Rakyat, 2007) . Kendala pangsa pasar yang lebih sedikit dibandingkan dengan negara-negara lain tidak bermaksud mengabaikan potensi pasar marketing online, melainkan sebagai tantangan para marketer untuk menggali potensi-potensi pasar secara mandiri dan kreatif. Hubungan antara perusahaan, konsumen, content partners, dan advertisers, serta komunitas lainnya akan menciptakan berbagai model bisnis baru yang selanjutnya akan menjadi sebuah peluang usaha yang layak untuk dikembangkan (Indrajit, 2001) .
Untuk dapat sukses pada ekonomi online diperlukan strategi yang baru, kemitraan yang baru dan cara yang baru dalam menjalankan bisnis. Booming perusahaan-perusahaan dotcom di dunia pada pertengahan tahun 1990-an ikut mengungkit kehadiran e-commerce di Indonesia dimana penggunaan internet juga ikut mempengaruhi gaya operasi perusahaan yang selama ini beroperasi secara konvensional, seperti pada perusahaan-perusahaan yang melayani sektor ritel, bahkan individu sekalipun mampu bertindak sebagai pemasar. Dengan hadirnya e-commerce, tren berbelanja konsumen yang dahulu dilakukan secara konvensional, dimana diperlukan kehadiran fisik konsumen dan barang yang dikonsumsi, lama-kelamaan dapat berbelanja secara praktis melalui internet, telepon, bahkan melalui short message service. Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, yang sebagian besar dengan kesibukan masing-masing, sehingga cara berbelanja efisien dengan berbelanja secara online seperti ini disambut sangat baik.
Berbagai situs komunitas online tampil sesuai dengan kriteria dan ciri khas forum, seperti kafegaul.com, tempakul.com, babaflash.com, webgaul.com, forumdetik.com, bluefame.com dan berbagai situs komunitas lainnya. Komunitas online dianggap penting karena alasan sosial. Menurut Rheingold dan Schuler, aktivis komunitas online menyatakan bahwa komunitas online tersebut membantu menggantikan hubungan yang hilang karena orang-orang semakin sibuk dan terisolasi dari tetangga mereka.





Tidak ada komentar: