Tampilkan postingan dengan label Kewanitaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kewanitaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2011

dismenorea

DISMENOREA atau yang lebih dikenal dengan nyeri haid adalah keluhan yang sering dialami wanita pada bagian perut bawah. Nyeri yang dirasakan saat haid tidak hanya terjadi pada bagian perut bawah saja. Beberapa wanita kerap merasakannya pada punggung bagian bawah, pinggang, panggul otot paha atas hingga betis.

Rasa yang tidak nyaman ini disebabkan oleh kontraksi otot perut yang intens saat mengeluarkan darah. Kontraksi yang sangat intens ini kemudian menyebabkan otot menegang. Ketegangan otot ini tidak hanya terjadi pada otot perut, tetapi juga otot-otot penunjang otot perut yang terdapat di bagian punggung bawah, pinggang, panggul, paha hingga betis.

Para ahli membagi dismonera menjadi dua bagian. DISMENOREA PRIMER dan DISMENOREA SEKUNDER.

DISMENOREA PRIMER

Dismenorea primer adalah nyeri haid yang ditemui tanpa adanya kelainan pada alat kandungan dan merupakan hal yg normal. Biasanya terjadi setelah 12 bulan atau lebih sejak menarche (haid yang pertama kali). Dan akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Penyebab dismenorea primer, antara lain, faktor kejiwaan, faktor konstitusi, faktor endokrin/hormonal dan faktor alergi.

DISMENOREA SEKUNDER

Dismenorea sekunder berhubungan dengan penyakit/kelainan pada alat kandungan. Nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah haid. Penyebab terjadinya dismenorea skunder, antara lain:
-Salpingitis kronis, yaitu infeksi yang lama pada saluran penghubung rahim/uterus dengan kandung telur/ovarium.
-Endometriosis, yaitu suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim -dan dikeluarkan saat mens sebagai darah haid
-Adenomiosis, yaitu invasi jaringan endometrium kedalam miometrium
peradangan tuba falopii, yaitu infeksi pada saluran yg menghubungkan indung telur dengan rahim



Baca Selengkapnya......

Infertil

Pernahkah anda tau apa itu infertilitas ?

Jadi Infertilitas adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk memiliki keturunan dimana wanita belum mengalami kehamilan setelah menikah 1 tahun dan aktif dlm seksual tanpa menggunakan kontrasepsi.

Bila pasangan sulit memiliki anak, di masyarakat kita seringkali yang paling disalahkan adalah pihak istri. Meskipun tuduhan itu tidak selalu benar, tetapi memang risiko infertilitas pada wanita dua kali lipat infertilitas pada pria. Sekitar 40 persen ketidakmampuan pasangan untuk memiliki keturunan disebabkan oleh pihak istri. Sementara, hanya 20 persen yang disebabkan ketidakmampuan suami.

Berikut adalah beberapa penyebab utama infertilitas wanita:

Nyeri haid :
Nyeri saat haid disebut dismenore, berasal dari kontraksi rahim, yg dikelompokkan menjadi dua, yaitu dismenore primer yaitu nyeri haid yg biasa dialami wanita normal yang menstruasi (biasanya dismenore primer timbul pada masa remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama dan akan menghilang dgn sendirinya seiring pertambahan usia)
dan dismenore sekunder yang dialami wanita penderita kelainan/penyakit tertentu (apabila dari awal taun pertama anda haid merasakan nyeri dan berlangsung terus menerus hingga saat ini, bisa jadi itu adalah dismenore sekunder)

Keputihan :
Keputihan pun ada dua, keputihan fisiologis (normal) dan patologis (penyakit)
Fisiologis apabila keputihannya tidak di sertai perubahan warna, gatal2 dan bau tak sedap dan biasa di alami sebelum atau sesudah menstruasi
Patologis apabila menimbulkan gatal2, bau tak sedap,iritasi, dsb

Siklus Haid yg tdk teratur:
Haid adalah suatu proses pembersihan rahim terhadap pembuluh darah, kelenjar dan sel-sel yang tidak terpakai karena tidak adanya pembuahan atau kehamilan, dan siklus haid yg tdk teratur tersebut dapat menyebabkan darah tertahan di rahim dan memicu timbulnya KISTA

Tuba Falopi Tersumbat atau Rusak :
Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh salpingitis (peradangan tuba falopi). Selain membuat sulit hamil, salpingitis juga dapat menyebabkan kehamilan di luar kandungan (ektopik).

Endometriosis :
Endometriosis adalah pertumbuhan abnormal jaringan implan di luar uterus, yang normalnya hanya tumbuh di uterus.

Kelainan Hormon :
Kekurangan hormon lutein dan hormon perangsang folikel dapat menyebabkan sel telur tidak dapat dilepaskan (ovulasi).

Tumor Pituitari :
Tumor yang biasanya jinak ini dapat merusak sel-sel pelepas hormon di kelenjar pituitari yang membuat siklus menstruasi terhenti pada wanita atau produksi sperma menurun pada pria.

Kelebihan Prolaktin (Hiperprolaktinemia):
Prolaktin adalah hormon yang merangsang produksi ASI. Kelebihan hormon prolaktin dapat mengganggu ovulasi. Bila seorang wanita banyak mengeluarkan ASI meskipun tidak sedang menyusui, kemungkinan dia menderita hiperprolaktinemia.

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) :
Sindroma ini ditandai banyaknya kista ovarium dan produksi androgen (hormon laki-laki) berlebihan, terutama testosteron. Akibatnya, sel telur sulit matang dan terjebak di folikel (tidak ovulasi).

Menopause Prematur :
Menopause prematur terjadi bila wanita berhenti menstruasi dan folikel ovariumnya menyusut sebelum usia 40 tahun. Kelainan imunitas, radioterapi, kemoterapi dan merokok dapat memicu kelainan ini.

Tumor Rahim (Uterine Fibroids) :
Tumor jinak di dinding rahim ini sering dijumpai pada wanita usia 30-40 tahun. Tumor ini dapat menyebabkan infertilitas bila menghalangi tuba falopi dan perlekatan telur yang sudah dibuahi di dinding rahim.

Adesi :
Adesi (adhesion) adalah sekelompok jaringan skar yang saling berkait sehingga menyatukan dua permukaan organ yang normalnya saling terpisah. Adesi yang melibatkan tuba falopi karena infeksi atau pembedahan dapat menghalangi fungsi ovarium dan tuba falopi.

Kelainan Kelenjar Tiroid :
Kelainan ini menyebabkan kelebihan atau kekurangan hormon tiroid yang mengacaukan siklus menstruasi.

Kelainan Anatomi Bawaan :
Kelainan bawaan pada organ reproduksi dapat menyebabkan infertilitas. Kelainan yang disebut Mullerian agenesis ditandai dengan tidak berkembangnya vagina atau rahim. Wanita dengan kelainan ini masih dapat punya anak melalui bayi tabung dengan “menyewa” rahim wanita lain.

Merokok :
Merokok dapat membahayakan ovarium dan mengurangi jumlah/kualitas sel telur. Riset menunjukkan wanita perokok cenderung mengalami menopause lebih awal.

Stres :
Neurotransmiter (pengirim pesan kimiawi) bekerja di kelenjar hipotalamus untuk mengendalikan hormon-hormon reproduksi dan stres. Tingkat hormon stres yang tinggi dapat mengganggu sistem reproduksi.

Terlalu Kurus atau Terlalu Gemuk :
Wanita yang terlalu kurus, misalnya para atlet maraton atau penderita anorexia, dapat kehilangan fungsi reproduksinya. Kegemukan dapat menyebabkan infertilitas dengan berbagai cara. Policystic ovarian sydrome (PCOS), misalnya, lebih sering terjadi pada wanita yang kegemukan.

Faktor Lingkungan :
Herbisida, pestisida, limbah industri dan polusi lainnya dapat mempengaruhi fertilitas. Phtalate, zat kimia untuk melunakkan plastik, diduga dapat mengganggu fungsi hormon-hormon tubuh.

Sudah sepantasnya kita menjaga dan merawat diri kita dari hal2 yg tdk diinginkan, khususnya wanita jgn sampai rahim kita menjadi infertil krn rahim kita adalah masa depan dunia :)

Baca Selengkapnya......

Penyakit Radang Panggul ( PID, Pelvic Inflammatory Disease)

Penyakit Radang Panggul ( PID, Pelvic Inflammatory Disease) adalah suatu peradangan pada tuba falopii (saluran yg menghubungkan indung telur dengan rahim).

Peradangan tuba falopii terutama terjadi pada wanita yang secara seksual aktif.
Resiko terutama ditemukan pada wanita yang memakai IUD.

---Penyebab PID---
Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, dimana bakteri masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba falopii.
90-95% kasus PID disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual (misalnya klamidia, gonore, mikoplasma, stafilokokus, streptokokus).

Infeksi ini jarang terjadi sebelum siklus menstruasi pertama, setelah menopause maupun selama kehamilan.
Penularan yang utama terjadi melalui hubungan seksual, tetapi bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh setelah prosedur kebidanan/kandungan (misalnya pemasangan IUD, persalinan, keguguran, aborsi dan biopsi endometrium).

Penyebab lainnya yang lebih jarang terjadi adalah:
# Aktinomikosis (infeksi bakteri)
# Skistosomiasis (infeksi parasit)
# Tuberkulosis.
# Penyuntikan zat warna pada pemeriksaan rontgen khusus.

Faktor resiko terjadinya PID:
# Aktivitas seksual pada masa remaja
# Berganti-ganti pasangan seksual
# Pernah menderita PID
# Pernah menderita penyakit menular seksual
# Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang.

---Gejala2nya berupa---
Gejala biasanya muncul segera setelah siklus menstruasi.
Penderita merasakan nyeri pada perut bagian bawah yang semakin memburuk dan disertai oleh mual atau muntah.

Biasanya infeksi akan menyumbat tuba falopii. Tuba yang tersumbat bisa membengkak dan terisi cairan. Sebagai akibatnya bisa terjadi nyeri menahun, perdarahan menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada PID:
# Keluar cairan dari vagina dengan warna, konsistensi dan bau yang abnormal
# Demam
# Perdarahan menstruasi yang tidak teratur atau spotting (bercak-bercak kemerahan di celana dalam
# Kram karena menstruasi
# Nyeri ketika melakukan hubungan seksual
# Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
# Nyeri punggung bagian bawah
# Kelelahan
# Nafsu makan berkurang
# Sering berkemih
# Nyeri ketika berkemih.

PID tanpa komplikasi bisa diobati dengan antibiotik dan penderita tidak perlu dirawat.

Jika terjadi komplikasi atau penyebaran infeksi, maka penderita harus dirawat di rumah sakit.
Antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) lalu diberikan per-oral (melalui mulut).
Jika tidak ada respon terhadap pemberian antibiotik, mungkin perlu dilakukan pembedahan.

Baca Selengkapnya......

Keputihan

Masalah keputihan bagi wanita sudah tidak asing lagi, hal ini kerap sekali menjadi topik pembicaraan utama dalam kehidupan sehari-hari para wanita selain masalah menstruasi.

Namun sebagian para wanita menganggap tabu atau malu untuk mengungkapkan masalah ini, karena masalah yang menyangkut alat kelamin masih dianggap tabu oleh masyarakat kita. Padahal keputihan itu sendiri keadaan tertentu dapat berlanjut kemasalah yang serius. Gejala keputihan dapat menjadi tanda dini kanker serviks, atau tanda infeksi yang jika dibiarkan berlarut-larut akan menjadi radang panggul dan infertilitas(kemandulan).

Dalam dunia kedokteran keputihan dikenal dengan nama Leukore(white discharge, flour albus) yang didefinisikan sebagai gejala yang ditandai dengan keluarnya cairan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah.

Keputihan sendiri ada yang fisiologis (normal) dan patologis (abnormal). Keputihan yang abnormal inilah yang perlu kita waspadai dan perlu kita kenali agar tidak berlanjut ke masalah yang serius.
Keputihan yang normal biasanya tidak berbau, tidak banyak, dan tidak ada keluhan gatal pada vagina. Sedangkan keputihan yang abnormal banyak mengandung leukosit, warnanya agak kekuningan sampai hijau, seringakali lebih kental dan berbau.

Keputihan yang abnormal menandakan infeksi pada vagina yang dibedakan berdasarkan penyebabnya bisa karena jamur(candidiasis), bakteri(Bacterila vaginosis) dan parasit (Trichomoniasis).

Dengan memperhatikan cairan yang keluar, terkadang dapat diketahui penyebab keputihan.
* Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
* Parasit Trichomonas Vaginalis menghasilkan banyak cairan, berupa cairan encer berwarna kuning kelabu.
* Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.
* Kelelahan yang sangat berat.

Infeksi akibat kuman (bakteri), misalnya akibat;
* Gonococcus, atau lebih dikenal dengan nama GO. Warnanya kekuningan, yang sebetulnya merupakan nanah yang terdiri dari sel darah putih yang mengandung kuman Neisseria gonorrhoea. Kuman ini mudah mati setelah terkena sabun, alkohol, deterjen, dan sinar matahari. Cara penularannya melalui senggama.
* Chlamydia trachomatis, kuman ini sering menyebabkan penyakit mata trakhoma. Ditemukan di cairan vagina dengan pewarnaan Diemsa.
* Gardenerella, menyebabkan peradangan vagina tak spesifik. Biasanya mengisi penuh sel-sel epitel vagina berbentuk khas clue cell. Menghasilkan asam amino yang akan diubah menjadi senyawa amin bau amis, berwarna keabu-abuan.
* Treponema pallidium, adalah penyebab penyakit kelamin sifilis. Penyakit ini dapat terlihat sebagai kutil-kutil kecil di liang senggama dan bibir kemaluan.
* Infeksi akibat jamur biasanya disebabkan spesies candida. Cairannya kental, putih susu (sering berbentuk kepala susu), dan gatal. Vagina menjadi kemerahan akibat radang.

Parasit penyebab keputihan terbanyak adalah Trichomonas vaginalis. Cairannya banyak, berbuih seperti air sabun, bau, gatal, vulva kemerahan, nyeri bila ditekan atau perih saat buang air kecil. Sementara keputihan akibat virus disebabkan Human Papiloma Virus (HPV) dan Herpes simpleks

Baca Selengkapnya......